Sabtu, 20 Juli 2013

Metode Pemberian Obat Melalui Oral

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan Puji dan Sukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas Ridho dan Rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan kara tulis berupa makalah FARMAKOLOGI yang berjudul “Metode Pemberian Obat Melalui Oral”.
            Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan karya ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan dari beberapa pihak, serta beberapa sumber referensi sebagai pedoman pembuatan makalah ini, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.
            Penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaanya makala ini. Akhir kata saya berharap semoga Allah SWT memberikan imbalan yang setinpal pada mereka yang telah memberikan bantuan dan dapat menjadikan bantuan ini sebagai ibadah dan pelajaran untuk saya sendiri. Amin yaa robbal ‘alamiin.
            Semoga makalah ini bermanfaat.

Jakarta,  Okober  2012
          Penulis
                                                                                                                  Nur Laelani

                          NIS: 201102082


BAB I
PENDAHULUAN
  A.    Latar belakang
Obat dapat diberikan melalui sejumlah rute yang berbeda. Faktor yang menentukan pemberian rute terbaik ditentukan oleh keadaan umum pasien, kecepatan respon yang diinginkan, sifat kimiawi dan fisik obat, serta tempat kerja yang diinginkan. Obat dapat diberikan peroral, sublingual, parenteral, topikal, rektal, inhalasi.
Obat oral adalah rute pemberian yang paling umum dan paling banyak dipakai, karena ekonomis, paling nyaman dan aman. Obat dapat juga diabsorpsi melalui rongga mulut (sublingual atau bukal) seperti tablet ISDN.
Pemberian obat secara oral yaitu obat yang cara pemberiannya melalui mulut. Untuk cara pemberian obat ini relatif aman, praktis dan ekonomis. Kelemahan dari pemberian obat secara oral adalah efek yang timbul biasanya lambat, tidak efektif jika pengguna sering muntah-muntah, diare, tidak sabar, tidak kooperatif, kurang disukai jika rasanya pahit.

  B.      Tujuan
1.1 Tujuan Umum
1. Untuk memberikan informasi tentang pemberian obat  melalui oral yang meliputi deinisi, tujuan, indikasi, dan kontraindikasinya.
2. Untuk memberikan pengetahuan dan cara pengobatan via oral yang benar.
1.2 Tujuan Khusus
1. Mengetahui pengertian dari pemberian obat melalui oral.
2. Mengatahua tujuan dari pemberian melalui oral.
3. Mengetahui indikasi dan kontraindikasi pemberian obat melalui oral.
4. Mengerti tentang hal apa saja yang harus diperhatikan dalam pemberian obat.
5. Mengertahui dan mampu mempraktikan bagaimana prosedur pemberian obat melalui oral.

   C.    Manfaat
1. Menambah wawasan tentang pemberian obat melalui oral yang meliputi deinisi, tujuan, indikasi, dan kontraindikasinya.
2. Menambah pengetahuan tentang tata cara pemberian obat melalui oral.

   D.     Sasaran
Sasaran pembuatan makalah ini adalah Seluruh siswa/i SMK Kesehatan Gapura Merah Putih kelas XI 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi

Pemberian obat per oral adalah memberikan obat yang dimasukkan melalui mulut. Memberikan obat oral adalah suatu tindakan untuk membantu proses penyembuhan dengan cara memberikan obat-obatan melalui mulut sesuai dengan program pengobatan dari dokter.

Pemberian obat per oral merupakan cara yang paling banyak dipakai karena ini merupakan cara yang paling mudah, murah, aman, dan nyaman bagi pasien. Berbagai bentuk obat dapat di berikan secara oral baik dalam bentuk tablet, sirup, kapsul atau puyer. Untuk membantu absorbsi , maka pemberian obat per oral dapat di sertai dengan pemberian setengah gelas air atau cairan yang lain.

B. Keuntungan

Keuntungan Pemberian Obat Rute Oral diantaranya  cocok dan nyaman bagi klien, Ekonomis, Dapat menimbulkan efek local atau sistemik, dan Jarang membuat klien cemas.

C. Kelemahan

Kelemahan dari pemberian obat per oral adalah pada aksinya yang lambat sehingga cara ini tidak dapat di pakai pada keadaan gawat. Obat yang di berikan per oral biasanya membutuhkan waktu 30 sampai dengan 45 menit sebelum di absorbsi dan efek puncaknya di capai setelah 1 sampai dengan 1 ½ jam. Rasa dan bau obat yang tida enak sering mengganggu pasien. Cara per oral tidak dapat di pakai pada pasien yang mengalami mual-mual, muntah, semi koma, pasien yang akan menjalani pangisapan cairan lambung serta pada pasien yang mempunyai gangguan menelan.
Beberapa jenis obat dapat mengakibatkan iritasi lambung dan menyebabkan muntah (mislanya garam besi dan Salisilat). Untuk mencegah hal ini, obat di persiapkan dalam bentuk kapsul yang diharapkan tetap utuh dalam suasana asam di lambung, tetapi menjadi hancur pada suasana netral atau basa di usus. Dalam memberikan obat jenis ini, bungkus kapsul tidak boleh di buka, obat tidak boleh dikunyah dan pasien di beritahu untuk tidak minum antasaid atau susu sekurang-kurangnya satu jam setelah minum obat.

Apabila obat dikemas dalam bentuk sirup, maka pemberian harus di lakukan dengan cara yang paling nyaman khususnya untuk obat yang pahit atau rasanya tidak enak. Pasien dapat di beri minuman dingin (es) sebelum minum sirup tersebut. Sesudah minum sirup pasien dapat di beri minum, pencuci mulut atau kembang gula.

D. Tujuan Pemberian
1. Untuk memudahkan dalam pemberian
2. Proses reabsorbsi lebih lambat sehingga bila timbul efek samping dari obat tersebut dapat   segera diatasi
3. Menghindari pemberian obat yang menyebabkan nyeri
4. Menghindari pemberian obat yang menyebabkan kerusakan kulit dan jaringan
5. Pasien mendapatkan pengobatan sesuai program pengobatan dokter.
6. Memperlancar proses pengobatan dan menghindari kesalahan dalam pemberian obat.

E. Indikasi
1.      Pada pasien yang tidak membutuhkan absorbsi obat secara cepat.
2.      Pada pasien yang tidak mengalami gangguan pencernaan.
  F. Kontraindikasi
Pasien dengan gangguan pada system pecernaan, seperti kanker orall, gangguan menelan, dsb.

G. Metode pemberian obat per oral

       1.)    Persiapan alat

a. Baki berisi obat
b. Kartu atau buku berisi rencana pengobatan
c. Pemotong obat (bila diperlukan)
d. Martil dan lumpang penggerus (bila diperlukan)
e. Gelas pengukur (bila diperlukan)
f. Gelas dan air minum
g. Sedotan
h. Sendok
i. Pipet
j. Spuit sesuai ukuran untuk mulut anak-anak

2.) Prosedur kerja

   1.    Siapkan peralatan dan cuci tangan.
   2.    Kaji kemampuan klien untuk dapat minum obat per oral (menelan, mual, muntah, adanya  program tahan       makan atau minum, akan dilakukan pengisapan lambung dll)
   3.  Periksa kembali perintah pengobatan (nama klien, nama dan dosis obat, waktu dan cara pemberian)          periksa tanggal kedaluarsa obat, bila ada kerugian pada perintah pengobatan laporkan pada perawat/bidan yang berwenang atau dokter yang meminta.
   4. Ambil obat sesuai yang diperlukan (baca perintah pengobatan dan ambil obat yang diperlukan)
   5. Siapkan obat-obatan yang akan diberikan. Siapkan jumlah obat yang sesuai dengan dosis yang diperlukan tanpa mengkontaminasi obat (gunakan tehnik aseptik untuk menjaga kebersihan obat).

       1) Tablet atau kapsul
a)      Tuangkan tablet atau kapsul ke dalam mangkuk disposibel tanpa menyentuh obat.
b)      Gunakan alat pemotong tablet bila diperlukan untuk membagi obat sesuai dengan dosis yang diperlukan.
c)      Jika klien mengalami kesulitan menelan, gerus obat menjadi bubuk dengan menggunakan martil dan lumpang penggerus, kemudian campurkan dengan menggunakan air. Cek dengan bagian farmasi sebelum menggerus obat, karena beberapa obat tidak boleh digerus sebab dapat mempengaruhi daya kerjanya.

       2) Obat dalam bentuk cair
a)      Kocok /putar obat/dibolak balik agar bercampur dengan rata sebelum dituangkan, buang obat yang telah berubah warna atau menjadi lebih keruh.
b)      Buka penutup botol dan letakkan menghadap keatas. Untuk menghindari kontaminasi pada tutup botol bagian dalam.
c)      Pegang botol obat sehingga sisa labelnya berada pada telapak tangan, dan tuangkan obat kearah menjauhi label. Mencegah obat menjadi rusak akibat tumpahan cairan obat, sehingga label tidak bisa dibaca dengan tepat.
d)     Tuang obat sejumlah yang diperlukan ke dalam mangkuk obat berskala.
e)      Sebelum menutup botol tutup usap bagian tutup botol dengan menggunakan kertas tissue. Mencegah tutup botol sulit dibuka kembali akibat cairan obat yang mengering pada tutup botol.
f)       Bila jumlah obat yang diberikan hanya sedikit, kurang dari 5 ml maka gunakan spuit steril untuk mengambilnya dari botol.
g)      Berikan obat pada waktu dan cara yang benar.

Yang perlu diperhatikan
1)      Identifikasi klien dengan tepat.
2)      Menjelaskan mengenai tujuan dan daya kerja obat dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien.
3)      Atur pada posisi duduk, jika tidak memungkinkan berikan posisi lateral. Posisi ini membantu mempermudah untuk menelan dan mencegah aspirasi.
4)      Beri klien air yang cukup untuk menelan obat, bila sulit menelan anjurkan klien meletakkan obat di lidah bagian belakang, kemudian anjurkan minum. Posisi ini membantu untuk menelan dan mencegah aspirasi.
5)      Catat obat yang telah diberikan meliputi nama dan dosis obat, setiap keluhan, dan tanda tangan pelaksana. Jika obat tidak dapat masuk atau dimuntahkan, catat secara jelas alasannya.
6)      Kembalikan peralatan yang dipakai dengan tepat dan benar, buang alat-alat disposibel kemudian cuci tangan.
7)      Lakukan evaluasi mengenai efek obat pada klien.


 BAB III
PENUTUP

   A.    Kesimpulan
Pemberian obat oral adalah suatu tindakan untuk membantu proses penyembuhan dengan cara memberikan obat-obatan melalui mulut sesuai dengan program pengobatan dari dokter.
Tujuan dari pengobatan via oral antara lain mencegah, mengobati dan mengurangi rasa sakit sesuai dengan efek terapi dari jenis obat, dan menghindari pemberian obat yang menyebabkan kerusakan kulit dan jaringan.
Sedangkan hal yang harus diperhatikan meliputi indikasi, kontraindikasi, penggunaan prinsip 6 benar, jenis obat, serta memastikan bahwa pasien benar-benar meminum obat tersebut.

    B.     Saran
1. Bagi siswa/i diharapkan untuk menambah wawasan dengan banyak membaca buku dan terus mencari informasi tetang pengobatan melalui oral.
2. Bagi para tenaga kesehatan diharapkan untuk melakukan cara pemberian obat via oral dengan baik dan benar.

DAFTAR PUSTAKA

Potter,Perry. 2000. Guide to Basic Skill and Prosedur Dasar, Edisi III, Alih bahasa Ester Monica, Penerbit buku kedokteran EGC.
Samba, Suharyati, 2005. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Jakarta. EGC
Uliyah, Musrfatul. 2009.Ktrampilan Dasar Praktik Klinik. Jakarta : salemba medika.
Assalamualaikum, Ahlan Wasahlan ^_^ Thanks to visit Lae's Blog. Hopefully Enjoy
Brown Bow Tie